Kegiatan pencanangan Outbreak Responsi Immunization (ORI) bertempat di kantor Kecamatan Dompu (Rabu, 11/3/2026) dihadiri oleh Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE.
Laporan Kegiatan Pencanangan ORI Campak
- Outbreak Response Immunization (ORI) merupakan respon cepat terhadap Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular (seperti Difteri, Polio, Campak) untuk memutuskan rantai penularan. ORI dilaksanakan massal pada wilayah dan populasi rentan tertentu, bertujuan meningkatkan cakupan imunisasi (target 95%) agar tercapai kekebalan kelompok.
- ORI bertujuan mengendalikan wabah/KLB, menurunkan angka kesakitan, dan mencegah kematian akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
- ORI campak dilakukan pada usia 9 bulan sampai dengan 59 bulan sebanyak 25.705 anak se-Kab. Dompu.
- Jumlah vaksin yang tersedia sebanyak 400 vial (4000 dosis), Vaksin akan dikirim bertahap oleh Kemenkes RI (sudah dikirim dalam pejalanan sebanyak 10.000 dosis)
- Jumlah kasus s.d hari ini sebanyak 226 (10 kasus dari Kab. Bima yang dirawat di RSUD Dompu)
- Rincian kasus per Kecamatan, yaitu: Dompu (96), Woja (66), Hu’u (10), Kempo (7), Kilo (10), Manggelewa (18), Pajo (8) dan Pekat (1). Jumlah kasus di Kabupaten Dompu 216 kasus.
- Upaya yang telah dilakukan untuk menangani peningkatan kasus campak, yaitu: surveilans aktif untuk menemukan kasus positif campak dan melakukan penyelidikan epidemiologi, pengambilan sampel darah pada pasien yang dicurigai positif campak untuk dilakukan pemeriksaan di laboratorium kesehatan Surabaya, melakukan kajian Epidemiologi pada daerah terdampak bersama Dinas Kesehatan Provinsi dan tim WHO, melakukan survei cepat di Komunitas pada 7 Desa di tiga Kecamatan, menyusun mikroplanning ORI campak 10 Puskesmas, memastikan ketersediaan vitamin A dan Vaksin Campak, persiapan ruang isolasi untuk perawatan pasien positif Campak dan Surat Edaran Bupati No 800/598/dikes/III/2026 tentang Kewaspadaan terhadap peningkatan kasus campak di Kab. Dompu Tahun 2026.








